Remaja Laki-Laki yang Putus Sekolah
Di
Indonesia saat ini terdapat banyak remaja laki-laki yang putus sekolah. Mereka
putus sekolah bukan karena orang tuanya tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan
anaknya, tetapi mereka putus sekolah karena kemauan sendiri. Sebagai contoh ada
remaja yang disekolahkan oleh orang tuanya, mereka pamit kepada orang tuanya
pergi ke sekolah tetapi malah pergi entah kemana misalnya nongkrong di warung
dan bermain wi-fi. Ada juga yang tidak sekolah karena dikeluarkan dari sekolah
lamanya karena tidak naik kelas dan sering melanggar tata tertib. Akibatnya
remaja-remaja tersebut semakin tidak bisa diatur. Mereka melakukan hal-hal yang
tidak pantas. Misalnya mencuri di rumah tetangga, merokok di sembarangan
tempat, balapan liar yang dilakukan saat malam-malam sehingga mengganggu waktu
istirahat tetangga, pacaran yang melewati batas yang dilakukan di tempat umum
dan masih banyak lagi.
Dengan adanya hal tersebut sungguh
sangat mencerminkan bagaimana sikap dan perilaku remaja yang putus sekolah yang
tidak pantas untuk dilakukan. Perilaku yang dilakukan oleh remaja tersebut
tentunya akan memberikan dampak yang buruk bagi remaja itu sendiri dan juga
bagi keluarganya. Dampak yang menimpa untuk remaja itu sendiri seperti, remaja
dicap sebagai remaja yang tidak mengenal sopan santun karena melakukan hal-hal negatif
tanpa melihat kondisi tempatnya. Harga diri remaja juga akan turun karena sudah
dianggap sebagai remaja yang tidak tahu diri melakukan apapun seenaknya
sendiri. Yang terakhir remaja pastinya akan mendapatkan dosa terhadap apa yang
sudah dilakukannya selama itu bersifat negatif. Dampak yang dapat diterima oleh
keluarganya antara lain orang tua dari remaja tersebut pasti akan menjadi bahan
omongan tetangga karena sebagai orang tua tidak bisa mendidik dan mengarahkan
anaknya ke jalan yang benar.
Apalagi jika remaja tersebut berasal
dari keluarga yang terpandang sungguh akan membuat malu keluarganya yang sudah
dianggap keluarga yang terpandang. Padahal remaja yang melakukan tindakan
tersebut adalah seorang laki-laki, seperti yang kita ketahui bahwa seorang
laki-laki nanti akan menjadi seorang pemimpin bagi keluarganya. Namun, dengan
apa yang telah dilakukannya pada saat ini pasti nanti akan mempengaruhi masa
depannya karena untuk ukuran laki-laki untuk memimpin dirinya saja tidak bisa
apalagi nantinya akan memimpin keluarganya. Selain itu, dengan adanya hal
tersebut juga menimbulkan dampak bagi masyarakat atau menjadi sampah masyarakat
karena dapat memengaruhi anak lain yang masih bersekolah dan juga dapat
mengganggu kenyamanan masyarakat setiap harinya.
Dengan adanya hal tersebu remaja harus
lanjut sekolah, karena bagaimanapun juga pendidikan adalah nomor satu. Remaja
harus cari kerja jika tidak ingin lanjut sekolah lagi. Masyarakat di desa
tersebut melakukan siskamling dan menerapkan batas maksimal waktu (jam malam)
kumpul para remaja, sehingga kenyamanan tetap terjaga. Remaja juga bisa
mengikuti organisasi yang ada di desanya seperti karang taruna, hal tersebut
bisa digunakan untuk mengisi waktu luang remaja tersebut. Yang terakhir, jika
remaja tersebut sudah berusaha untuk mencari pekerjaan, namun belum juga mendapatkannya,
remaja tersebut dapat membantu pekerjaan orang tuanya.
karya:
- griselda anasthasia prisca (18)
- rosita rahma damayanti (32)
Komentar
Posting Komentar