Biografi Lies Hartono ( Hanif Nur Zhulaikah/20)




Lies Hartono si “Lontong” dari Magetan


 
 
Lies Hartono atau yang sering disapa Cak Lontong adalah seorang komedian yang berasal dari Magetan yang memiliki lawakan baku terstruktur dengan logika absurd (tidak masuk akal/mustahil) yang siap membuat penonton berpikir dengan lawakannya. Cak Lontong lahir di Maospati, Magetan pada tanggal 07 Oktober 1970, ia adalah anak dari seorang ayah yang bernama Ladi. Ayah Cak Lontong baru meninggal karena terjadi penurunan syaraf otak pada 19 September 2016 yang lalu.
Lelaki  asal Magetan ini menekuni karirnya sebagai pelawak dua puluh tahun lebih hingga sekarang. Ia memulai karirnya dari satu kampus ke kampus lain, dari satu radio ke radio lain hingga televisi sudah dirasakan olehnya. Di tahun 2000 silam, ia memulai karirnya di televisi saat itu mengisi acara di SCTV. Kemudia di tahun 2004, ia pindah ke stasiun TV Indosiar untuk mengisi acara bertajuk republik bbm(benar-benar mabuk). Namun nama ia belumlah setenar sekarang saat ikut dua program tersebut. Namanya baru tenar saat ikut serta dalam program komedi yang tayang di Trans7 yang dipandu oleh Denny, bertajuk Indonesia Lawak Klub  dan juga beraksi sebagai komika di Stand Up Comedy Show yang tayang di MetroTV pada tahun 2011. Beliau juga bergabung di grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya saat awal meniti karirnya.
Nama Cak Lontong sendiri digunakannya karena pada masa kecilnya, ia memiliki tubuh tinggi dan kurus. Sehingga teman-temannya memanggil dia dengan istilah “Lontong”. Sedangkan “Cak” merupakan nama panggilan lelaki di Jawa Timur.
Ia terjun ke dunia seni sejak kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jurusan elektro angkatan 1989. Kecintaannya kepada dunia seni tidak membuat Cak Lontong melupakan pendidikannya. Setelah lulus dari ITS, ia bekerja sesuai ijazah sebagai konsultan elektrikal mekanikal, perusahaan Jepang sejak tahun 1996 sampai 2000,lalu ia memtuskan untuk keluar dari pekerjaannya tersebut. Dan setelah berhenti dari pekerjaannya ia di kontrak kembali oleh salah satu stasiun televisi.
Bahkan Cak Lontong sempat bermain sinetron di antaranya, Mendadak Dangdut the Series (2010), dan Pesantren & Rock n’ Roll (2011). Dia juga dipercaya menjadi juri di ajang Stand Up Comedy Indonesian Season 6 di Kompas TV setelah nama ia melambung saat tampil di Stand Up Comedy Show dan ILK.
Tak hanya tampil di acara on air ataupun off air, ia juga menjajal dunia seni peran di film komedi Comic 8 di tahun 2014 lalu sebagai pemain pendukung. Cak Lontong juga didaulat sebagai cameo untuk film Comic 8: Casino Kings 1 (2015), Talak 3 (2016), dan Comic 8: Casino Kings 2 (2016).
Sebagai pelawak Cak Lontong memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut yang membedakan dengan pelawak-pelawak lainnya. Salah satu ciri khasnya dalah mengucapkan “salam lemper” kepada penontonnya sebagai kata untuk membuka lawakannya. Ia juga dikenal dengan plesetan yang hebat serta anekdot. Cak Lontong dituntut agar cerdas, rada nyinyir, mampu menganalisa serta dapat memberikan solusi dari tiap-tiap topik yang dibahas. Ia selalu mencari materi atau pembahasan dari premis yang sederhana baik pada sebuah kata atau istilah seperti, tentang kata sabar, takut, atau istilah mikir dan gaptek. Pemilihan materi yang premis dapat menghindari materi yang bersinggungan dengan kririk sosial dan SARA.
Style lawakan yang khas dari Cak Lontong adalah kemampuan memadukan gaya lawakan tradisional dengan gayakontemporer. Cak Lontong juga bisa bersikap kritis dalam basicnya  sebagai pelawak tradisonal di hadapan lawakan kontemporer macam comic yang diwujudkan dengan menjadikan hal-hal sederhana sebagai bahan lawakan yang mengocok perut, yang ini sangat berbeda dengan karakter comic yang tebal materi.
Sekarang karier Cak Lontong semakin gemilang dengan banyak tawaran setelah sebagai penalis di ILK, ia sekarang mengisi acara talkshow di stasiun televisi Net TV yaitu Waktu Indonesia Bercanda (WIB) dan masih banyak lagi.




                                                                        Nama               : Hanif Nur Zhulaikah
                                                                        Kelas               : X Mipa 4
                                                                        No. Abs           : 20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Dr.Yogi Ahmad ( Selvina Nurwiyani/34 )

Biografi Muhammad Ilham Nurkarim ( Rosita Rahma Damayanti / 32 )

Biografi Verrell Bramasta (Intan Prananda / 22)